Langsung ke konten utama

Wedang Tahu Bu Sukardi, Minuman Jahe Hangat dan Lembut


MAS KALIM. Tahu pada umumnya diolah dengan cara digoreng atau dijadikan olahan makanan asin lainnya. Bagi sebagian orang, minuman bernama wedang tahu mungkin masih asing. Wedang tahu tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Di beberapa kota, minuman ini memiliki nama lain. Disebut tahoek di Solo, di Surabaya biasa dikenal dengan tahuwa, serta kembang tahu di Sumatera dan Jakarta. Meski namanya tidak setenar wedang ronde, hidangan ini sangat populer di Jawa Tengah.

Di Yogykarta sendiri ada salah satu wedang tahu yang terkenal nikmat dan layak untuk dicoba, namanya Wedang Tahu Bu Sukardi. Menurut penuturan Bu Sukardi saat ditemui di lapaknya, pemilik usaha wedang tahu, Bu Sukardi mengatakan bahwa usahanya ini sudah berjalan selama 14 tahun.
"Saya jualan wedang tahu ini sudah 14 tahun, di Jalan Asem Gede ini pertama, kedua ada di sekitar Pasar Pathuk," jelas Bu Sukardi.

Selain lapak yang ada di Jalan Asem Gede dan sekitar Pasar Pathuk yang buka setiap pagi mulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB sedangkan untuk lapak di sekitar Pasar Pathuk tutup lebih awal yaitu pukul 10.30 WIB, lapak Wedang Tahu Bu Sukardi juga membuka cabang lainnya yang buka pada sore hari mulai pukul 17.00 WIB yaitu di Mirota Godean dan Umbulharjo tepatnya di timur XT Square. Lapak Wedang Tahu Bu Sukardi ini buka dari hari Selasa hingga Minggu, untuk hari Senin libur kecuali tanggal merah.

Ibu Sukardi telah menjalankan usaha wedang tahu ini sejak tahun 2008. Awalnya ia mencari makanan yang tidak ada atau belum ada di Yogyakarta, dan akhirnya memilih tahu wedang. Selain itu, menurut Bu Sukardi, wedang tahu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Saya melihat prospek yang bagus, pertama dilihat disini yang belum ada apa, kemudian melihat dari nilai ekonimisnya misalkan kalau bahan kedelai dibuat tempe semisal dijual laku satu kilo 25.000 ribu jika dibuat tahu bisa mencapai 60.000 hingga 75.000 ribu ,” terangnya.

Setiap hari Ibu Sukardi menyiapkan jualannya mulai pukul 03.00 WIB. Ibu Sukadi memulai usaha ini dengan belajar sendiri cara membuat wedang tahu secara coba-coba. Saat ini usaha wedang tahu ini dikelola secara keluarga dalam membuat dan menjual wedang tahu. Proses pembuatan tahu wedang juga harus diperhatikan kebersihannya karena dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan produk, sehingga tahap yang paling lama adalah pada saat proses pembersihan. Dibutuhkan setidaknya satu jam atau lebih untuk memasak susu kedelai. Untuk wedang banyak digunakan racikan rempah-rempah seperti pandan, sere, daun jeruk, dan gula Jawa. Wedang tahu sendiri memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh mulai dari memiliki banyak protein dan juga menjaga stamina.

Biasanya wedang tahu diletakkan pada wajan besar dan disendok tipis-tipis. Kemudian dimasukkan ke dalam mangkuk dan disiram dengan kuah jahe. Rasa hangat dari jahe berpadu dengan kelembutan tahu. Kuah yang digunakan Bu Sukardi juga memiliki variasi tersendiri, mengutamakan kuah jahe bukan menggunakan air tahu seperti di Sumatra dan Kalimantan atau menggunakan susu kedelai dan air gula. Wedang Tahu yang dijual oleh Bu Sukardi ini juga tidak menggunakan pemanis buatan ataupun pengawet.

Saat ini Wedang Tahu Bu Sukardi dapat menjual sekitar dua panci besar wedang tahu pada hari Selasa hingga Jumat. Kemudian, pada akhir pekan dapat mencapai empat atau lima panci besar. Semangkuk Wedang Tahu Bu Sukardi dihargai hanya Rp 7.000. Selain warga asli Yogya, Wedang Tahu Bu Sukardi ini juga menjadi incaran wiasatawan lokal yang datang dari luar kota hanya untuk menyantap wedang tahu ini. Wedang Tahu Bu Sukardi ini selain dapat dibeli secara langsung juga dapat dipesan secara online melalui aplikasi ojek online. Selain itu pembayaran di Wedang Tahu Bu Sukardi juga dapat dilakukan melalui QRIS. Jika ingin menikmatinya untuk siang atau sore hari bisa pesan agar dipisah antara kuah jahe dan tahunya. Bu Sukardi sendiri menyarankan untuk menyimpan wedang tahu ini selama sehari.




Ditulis Oleh : Rizkiana Nabila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bakpia Bima, Buah Tangan Istimewa Khas Yogyakarta.

PEROLEHAN . Tak lengkap rasanya jika bertandang ke Yogyakarta tanpa membeli buah tangan khas Yogyakarta yaitu bakpia. Bakpia menjadi buah tangan yang banyak digemari oleh wisatawan lokal mapun wisatawan internasional. Ada beragam jenis bakpia yang bisa ditemukan di Daerah Istimewa ini, mulai dari bakpia kering, basah, hingga kukus. Semua tergantung selera masing-masing. Salah satu bakpia basah yang bisa menjadi rekomendasi buah tangan saat Anda bertandang ke Yogyakarta adalah Bakpia Bima. Bakpia Bima merupakan salah satu gerai bakpia dengan harga yang terjangkau di Sleman, Yogyakarta. Gerai bakpia ini menjual beragam varian bakpia dengan kulit krispi dan isian yang lembut. Sulis, pemilik Bakpia Bima menceritakan mulanya ia membuat ide bisnis bakpia ini. Dimana bermula dari keinginan Sulis untuk menambah penghasilan dengan membuka usaha bakpia.  “Saya sebelumnya bekerja di sebuah gerai bakpia kemudian ada keinginan untuk mandiri dan juga mengembangkan usaha, lalu akhirnya tahun 201...

Sate Bandeng, Hidangan Bersejarah Dari Sultan Banten

PEROLEHAN. Jika mendengar makanan sate, kebanyakan orang akan berpikir mengenai sate yang terbuat dari daging ayam atau daging kambing. Namun bagaimana jika makanan sate yang disajikan terbuat dari daging ikan bandeng? Menarik, bukan?Sate yang menggunakan daging ikan bandeng ini adalah salah satu makanan daerah khas Provinsi Banten yang dikenal dengan nama sate bandeng. Konon, sate bandeng menjadi salah satu hidangan di Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin yang dibuat oleh juru masak keraton pada saat itu agar Sultan Maulana Hasanuddin dapat menikmati sajian ikan bandeng tanpa khawatir akan duri-durinya. Hal inilah yang membuat makanan ini memiliki cerita sejarahnya tersendiri di lingkungan masyarakat Banten. Seperti yang dikatakan oleh Bu Etin selaku pembuat dan penjual sate bandeng, “(Sate) bandeng ini kan ada ceritanya, karena sudah ada dari (zaman) dulu, dari waktu masih (zaman) Sultan, waktu (Banten) masih kerajaan. Soalnya (Sultan) suka banget sama ...

Gurih dan Renyahnya Kripik Belut Khas Pasar Godean

PEROLEHAN . Kripik merupakan salah satu camilan yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Setiap rumah pasti menyediakan kripik sebagai camilan keluarga atau sebagai hidangan ketika ada tamu yang berkunjung ke rumah. Kripik banyak sekali jenisnya mulai dari kripik kacang, kripik umbi-umbian, atau kripik buah. Kripik sendiri adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari buah atau umbi yang di iris tipis kemudian digoreng ke minyak panas dan hasilnya menjadi hidangan ringan yang renyah. Namun, ada beberapa jenis kripik yang dicampuri dengan adonan tepung sebagai ciri khas dari kripik tersebut. Sebut saja kripik kacang atau biasa dikenal dengan sebutan peyek kacang dimana adonan tepung dan kacang digoreng menjadi satu dan jadilah kripik kacang.   Dari sekian banyak kripik yang banyak tersebar di seluruh penjuru nusantara, ada salah satu kripik yang unik berasal dari daerah istimewa Yogyakarta yaitu kripik belut. Belut yang berbalut tepung yang digoreng kering ini menja...